UNTUK LOMBOKKU TERCINTA

Ku Serahkan Segalanya Untukmu

UNIK DAN SERUNYA MAKSIAT MALAM ( CERPEN)

Tuesday, November 6, 2012


By : Zamharun ( Siswa Kelas XI IPA MA BW NW Rensing )

Didalam sebuh desa hiduplah seorang haji yang sangat kaya. Dia hidup bersama keluarganya dalam keluarga kecil. Dia mempunyai rumah yang cukup luas dengan dilengkapi fasilitas-fasilitas yang lengkap. Didalam rumah tersebut terdapat berbagai macam peralatan-peralatan seperti kolam renang, ruang musik, ruang olah raga dan juga seorang haji ini mempunyai kebun di belakang rumahnya.
Zamharun
Seorang haji ini mempunyai dua orang anak perempuan yang keduanya sangat cantik jelita. Anak pertama dari seorang haji ini bernama Rina dan anak keduanya bernama Rini. Rina dan Rini adalah anak yang sangat baik, rajin dan pintar. Banyak orang yang tidak bisa membedakan antara keduanya, karena mereka sama-sama baik, rajin, pintar, taat kepada perintah Yang Maha Kuasa dan juga termasuk anak yang berbakti kepada orang tuanya. Disamping mereka kembar , mereka juga mempunyai keahlian yang sama. Rina dan Rini mempunyai keahlian dalam bidang olah raga dan musik, sehingga banyak orang yang kagum kepadanya baik di sekolahnya maupun di desanya.
Rina dan Rini hidup di kalangan orang yang baik-baik, bapaknya selalu mengajarkan ilmu-ilmu yang bermanfaat bagi keduanya. Dalam kehidupan sehari-hari bapaknya selalu mengajaknya untuk solat berjamaah, makan berjamah. Dengan kebiasaan-kebiasaan seperti itu mereka menjadi anak yang baik, takut kepada larangan Yang Maha Kuas dan menjadi anak yang berbakti kepada orang tuannya. Dalam menjalanai kehidupannya Rina da Rini selalau bersama dalam segala bentuk kegiatan-kegiatan yang dilakukannya, bahkan pada waktu tidurpun mereka harus tidur bersama pada jam yang telah ditentukan dan harus bangun juga pada jam yang telah ditentukan. Saking akurnya orang tuanya bersepakat untuk membelikannya mobil.
Setelah beberapa hari dibelikan mobil akhirnya Rina dan Rini bisa mengendarai mobilnya. Mobilnya berwarna biru sebagai warna kesukaan mereka. Mereka menggunakan mobilnya dengan sebaik-baiknya, dan mereka juga selalu membantu orang lain dengan mobilnya itu, sampai-sampai mereka diberi nama “si kembar dermawan.”
Bapak dan ibunya sangat senang dan bangga mempunyai anak yang kembar, anak yang rajin dan pintar, anak yang berbakti kepada Tuhan Yang Maha Kuasa dan anak yang berbakti kepada orang tuanya. Bapak dan ibunya selalu bekerja banting tulang, selalu berusaha dan berusaha mencari penghidupan demi masa depan anaknya, hingga hari-harinya penuh dengan pekerjaan-pekerjaan.
Pada hari minggu Rina dan Rini sudah berjanji bahwa pada hari itu mereka mau pergi liburan bersama teman-temannya, tetapi mereka bingung bagaimana cara mereka meminta izin kepada orang tuanya karena mereka belum pernah meminta izin untuk berlibur bersama teman-temannya, mereka takut bahwa nantinya mereka tidak diizinkan oleh orang tuanya. Mereka bingung semalaman memikirkan tentang bagaimana cara mereka supaya diberi izin oleh orang tuanya untuk berlibur bersama teman-temannya.
Pagi sesudah sarapan, di meja makan.
“Bapak,,,,,, ada yang mau saya bicarakan?” kata Rini sambil memandang bapaknya.
“ada apa Nak, mau bicara apa?” jawab bapaknya.
“tapi,,,,,,,,,,,,,,,,,,,?” Rini sambil melihat kakaknya.
Rina dilihat oleh adiknya, langsung menjawab “begini Bapak, kami sudah berjanji dengan teman-temen kami kemarin bahwa kami akan pergi berlibur hari ini”
“Terus,,,,,,!!!” jawab bapaknya dengan tegas sambil melepas kopinya ke meja.
Rina memandang adiknya sambil berkata “kami mau minta izin. Apakah Bapak memberikan kita izin?” terus Rina langsung menundukkan kepalanya setelah berkata begitu.
“bapak tidak mengizinkan, karna sekarang bapak masih mempunyai banyak pekerjaan. lebih baik kamu dan adikmu membantu bapak dan ibumu!” sambil mengusap kepala Rina.
Rina dan Rini menjawab dengan kata yang lembut “baiklah bapak.”
Setelah selesai meminta izin, mereka langsung menuju ke ruang tamu dan langsung mengabarkan teman-temannya. Rina menyuruh adiknya untuk menelpon teman-temannya untuk memberitahukan bahwa mereka tidak diizinkan oleh orang tuanya “dik tolong telepon teman-teman, kasih tau mereka bahwa kita tidak diizinkan oleh orang tua!”
Rini “ya kak!”
Rini pergi menggambil handphonnya  lalu kembali ke ruang tamu dan langsung menelpon teman-pemannya.
Rini menelpon Yuda “assalamu’alaikum wa Rahmatullai wa Barakatuh”
 Yuda menjawab salam dari Rini “wa’alaikumussalam wa rahmatullahi wabarakatuh”
Rini “bagaimana kabar?”
Yuda “Alhamdulillah baik! Bagaimana tentang liburannya ini?”
Rini “maaf ya, orang tuaku tidak mengizinkan untuk hari ini”
Yuda “terus bagaimana dong? Teman-teman sudah pade kumpul dirumahku ini!”
Rini “teman-teman siapa?”
Yuda “Angga, Hendra, Yoga, Mitha, Tina, Riza dan Ratna”
Rini “lagi sekali maaf ya? Kasih tau juga teman-teman disana!”
Yuda “apasih alasan orang tuamu tidak mengizinkn?”
Rini “begini Uda. Setelah sarapan tadi, aku dan Rina meminta izin, terus orang tuaku tidak mengizinkan karna aku dan Rini akan membantunya bekerja”
Yuda “ooooooo,,,,,begitu ya! Begini kata teman-teman ni, bagaimana kalo kita datang ke rumahmu?”
Rini “boleh-boleh, datang aja!”
Yuda “tapikan saya belum pernah ke rumahmu , jadi saya mau tau dong alamatnya!”
Rini “ooooooo,,,,ya, alamat rumahku di jalan Depok Repok Rontok nomor 19 Loyok dengan nomor rumah 142”
Yuda “ok, terimakasi. Tunggu aku ya?”
Rini “ya!”
Yuda “assalamu’alaikum wa Rahmatullai wa Barakatuh”
Rini “wa’alaikumussalam wa Rahmatullahi wa Barakatuh”
Rina dan Rini pergi menemui orang tuanya untuk memberitahukan bahwa ada teman-temannya yang mau datang “ibu-ibu, ada teman-temanku yang akan datang sekarang kesini.”
“o,,, ya sudah. Kalian diam aja dirumah tunggu teman-temanmu datang! Bapak dengan ibu mau beragkat kerja dulu. Jangan sampai keluar rumah!” orang tua si kembar keluar dari rumah sambil  membawa perlengkapan bekerja.
Rina “baik bu!”
Setelah orang tuanya pergi bekerja, Rina dan Rini merapikan ruang tamu dan membuat suatu kejutan yang akan diperlihatkan kepada teman-temannya nanti. Sambil merapikan ruang tamu dan membuat kejutan akhirnya terpikir juga bahwa di antara teman-temanya ada yang orang tuanya sebagai pencuri yang kelas kakap. Rina dan Rini merasa takut bahwa apabila nanti temannya itu datang kerumahnya dan mengetaui kondisinya dan akhirnya nanti temannya bisa menyuruh orang tuanya untuk mencuri ke ruman mereka, itu bisa menyebabkan kekacauan yang nantinya berujung kepada ketidak nyamanan dan ketentraman.
Setelah beberapa menit akhirnya teman-temannya sampailah dirumahnya. Sikap Rina dan Rini sangat baik dalam menerima tamu. Orang asing aja diterima dengan baik, apalagi sekarang tamunya adalah teman mereka sendiri. Rina dan Rini langsung mengajak teman-temannya membuat acara makan-makan, mengajak mereka berenang, olah raga yang menyenangkan dan mengajak mereka bermain musik. Dua jam berlalu Rina da Rini sudah mengajak teman-temannya bersenag-senang dan sekarang teman-temannya akan pulang. Sebelum mereka pulang ada salah seorang  diantara teman-temannya yang menayakan  tentang suatu hal yang aneh yang menyangkut masalah kemajuan orang tuanya dalam bidang usaha. Rina dan Rini semakin takut bahwa suatu hal yang ditanyakan itu adalah bisa jadi menjadi objek curian. Menurut Rina, suatu hal yang ditanyakan oleh temannya itu adalah merupakan objek curian karena temannya yang menayakan tentang hal itu adalah orang tuanya menjadi pencuri yang kelas kakap. Setelah teman-temanya pulang, Rina dan Rini membersihkan rumah dan menyiapkan makanan untuk orang tuanya nanti. Dan setelah orang tuanya pulang, Rina dan Rini menceritakan semua hal yang terjadi tadi kepada orang tuanya.
Pada malam harinya, keluarga Rina dan Rini selalu seperti malam-malam biasanya. Rina dan Rini setelah solat isa berjamaah lalu mereka makan berjamaah, setelah itu  mereka langsung belajar bersama  seperti malam-malam biasanya. Karna besok adalah hari semester pertamanya jadi mereka belajar sampai larut malam, sampai-sampai mereka ketiduran. Bapaknya sudah tidur tetapi ibunya belum tidur karna ada perasaan aneh yang tidak biasa ia rasakan. Ibunya ingat bahwa Rina dan Rini pernah bercerita tenteng mereka pernah didatangi oleh teman-temanya dan orang yang asing yang belum pernah mereka jumpai. Dia ingat juga bahwa saat dia pulang dari pekerjaan dia dikasi tahu oleh seorang tetangganya bahwa ada orang aneh yang masuk ke rumahnya. Tetangganya tau bahwa yang masuk ke rumahnya itu adalah pencuri yang pura-pura menjadi pengemis, tetangganya tahu karna dilihat dari segi  pertanyaannya, orang itu banyak bertanya tentang pekerjaan dan kemajuan usaha mereka. Hal itulah yang meyakinkan anggapan tetangganya bahwa yang masuk ke rumahnya itu adalah pencuri. Mengingat hal tersebut ibunya Rina dan Rini semakin takut dan dia semakin tidak bisa tidur, sampai-sampai dia pergi cuci muka supaya tidak ngantuk.
Jam sudah menunjukkan pukul dua malam, ibunya si kembar masih saja belum tidur, karna takut tentang cerita tetangganya, apakah cerita itu benar atau tidak? Pada pukul dua tiga puluh menit cerita itu benar terjadi, ibunya si kembar melihat ada orang-orang yang masuk ke halaman rumahnya. Orang-orang yang masuk itu adalah orang-orang yang berdialok dengan tetangganya yaitu pencuri yang berjumlah tiga orang. Pencuri yang berjumlah tiga orang ini memikirkan bagaimana mereka bisa masuk ke dalam rumah sikembar, dan akhirnya mereka mempunyai ide, katanya pencuri (A) “ kalian masuk dari pintu selatan sedangkan aku masuk dari pintu utara, bagaimana?” pencuri (B dan C) menjawab “ok!” pencuri (B dan C) langsung menuju selatan dan mencoba masuk lewat pintu, sedangkan pencuri (A) langsung menuju utara dan mencoba masuk lewat pintu juga. Pencuri (B dan C) akhirnya bisa masuk ke dalam rumah sikembar sedangkan pencuri (A) tidak bisa masuk, karna tidak ada pintu disebelah utara. Pencuri (A) bingung bagaimana cara dia bisa masuk sedangkan disebelah utara tidak ada pintu. Letak pintu rumah sikembar berada pada sebelah selatan dan timur lantai pertama dan sebelah atas lantai kedua pada bagian utara.
Pencuri (A) menelpon pencuri (B) untuk menayakan bagaimana dia bisa masuk ke dalam rumah sikembar, “halo,,,,,,,halo……. Brow bgaimana saya bisa masuk sedangkan pintu utara berada pada lantai atas?”
Pencuri (B) menjawab “bodoh!”
Pencuri (A) “terus bagaiman dong pintar?”
Pencuri (B) “bagaimanaa ya? Aku juga tidak tahu”
Pencuri (A) “terus kalo kamu juga tidak tahu, mengapa kamu bilang aku bodoh?”
Pencuri (B) “ ya memang benarkan kamu tidk bisa masuk, jadi kamu bodoh   dong!”
Pencuri (A) “ya sudah kamu menang, terus bagaimana ini?”
Pencuri (B) “aku sudah bilang tidak tahu! Mengapa nanya lagi?”
Pencuri (A) “saya pikir kamu itu pintar, tetapi bodoh juga ya!”
Pencuri (B) “kamu yang bodoh kampret!”
Pencuri (A) “ya aku terima. Aku yang bodoh, kamu yang bodoh kuadrat!”
Pencuri (B) “emang gue harus bilang wow gitu!”
Pencuri (A) “ya sudah kalo begitu, kamu aja yang mencuri. Aku tunggu di luar aja”
Pencuri (B) “ooooooo ya, aku baru ingat. Disana dekat dinding rumah terdapat pohon, terus lewat sana kamu naik menuju lantai atas”
Pencuri (A) “ok, bodoh kuadrat!”
Setekah dikasi tahu oleh temannya akhirnya pencuri (A) naik ke lantai dua dengan memanjat pohon yang berada di dekat dinding rumah tersebut. Setelah capek-capek naik selanjutnya pencuri (A) menuju pintu dan mencoba untuk membuka pintu, lama-kelamaan pintu akhirnya bisa dibuka dengan baik dan setelah berhasil membuka pintu pencuri (A) masuk dan langsug mencari harta benda.
Pencuri (B dan C) bingung karna mereka tidak tau apa tujuanya masuk ke rumah tersebut, mereka langsung keluar dengan cepat untuk menayakan kepada temannya tentang apa tujuan mereka masuk ke rumah tersebut. Setelah berada di luar rumah, pencuri (B dan C) bingung lagi tentang bagaimana cara mereka memanggil temannya yang berada di dalam rumah tersebut, mereka memegang kepalanya sambil mondar-mandir sambil berkata “bodoh-bodoh! Ini mengerjakan aktivitas tanpa tujuan.” Sambil mondar-mandir, akhirnya mereka dapat ide tentang cara memanggil temannya yang berada di dalam rumah. Mereka mempunyai ide bahawa mereka bisa memanggil temannya supaya yang punya rumah tidak mengetahuinya dengan cara mereka bersuara seperti kucing. Pencuri (B dan C) langsung bersura seperti kucing supaya temannya yang berada di dalam rumah dapat mengetahui bahwa suara seperti kucing itu adalah mereka.  “maong, maong, maong. Eong, eong,eong.” Mendengar suara seperti itu pencuri (A) tahu bahwa suara seperti kucing itu adalah suara teman-temannya. Pencuri (A) yakin bahwa suara tersebut adalah suara teman-temannya karna mereka biasa bersuara seperti itu pada saat mencuri ketika ada sesuatu. Mendengar suara kucing yang kedua kalinya, dengan cepat pencuri (A) keluar untuk menemui teman-temannya. Setelah sampai di halaman rumah, mereka bertemu. Pencuri (A) bertanya langsung kepada pencuri (B dan C) “kenapa kalian berada disini?”
Pencuri (B dan C) menjawab “kita yang harus bertanya, mengapa kita berada di rumah ini, apa maksud dan tujuan kita berada disini?"
Pencuri (A) “dasar pencuri bodoh!”
Pencuri (B dan C) “kamu yang bodoh!”
Pencuri (A) “ok,,,,,,,,, baiklah. Status kita disini adalah sebagai pencuri. Jadi kita berada di tempat ini untuk mencuri, mengerti bodoh?”
Pencuri  (B dan C) “ooooooo, itu maksudnya. Bailah my friend. Ayo kita beraksi lagi!”
Pencuri (A) “lanjutkan!!!”
Pencuri (A) bingung dengan teman-temannya karna teman-temannya seperti anak kecil yang tidak tahu apa-apa. Dia lebih cepat lagi menuju pohon untuk masuk ke dalam rumah. Pencuri (B dan C) juga masuk dengan cepat menuju dalam rumah. Pencuri (A) masuk menuju ruang tamu dan menemukan sebuah kopiah putih milik bapaknya sikembar. “ ah bagus ni kopiah. Mungkin ini cocok di kepalaku,” kata pencuri (A) sambil memasang kopiah itu dan sambil bercermin seraya berkata “kelihatannya saya cocok juga jadi hajji, ha, ha, ha.” Sedangkan pencuri (B dan C) masuk menuju dapur untuk mencari makanan dan minuman, mereka sangat lapar dan haus. Disana mereka menemukan berbagai macam makanan dan minuman, sehingga mereka makan dan minum disana. Setelah mereka makan dan minum, mereka cuci mulut dengan buah-buahan dan minuman sprite dan coca cola. Mereka makan buah-buahan itu sambil keluar menuju kamar-kamar  sehingga mereka sampailah di kamar orang tuanya sikembar. Orang tua si kembar tahu bahwa dirumahnya ada pencuri yang masuk. Hal tersebut yang membuat orang tuanya marah dan langsung keluar untuk mencari pencuri-pencuri yang masuk ke rumahnya.
Setelah beberapa menit akhirnya pencuri (B dan C) ditemukan sedang menonton di ruang tamu, sedangkan pencuri (A) sedang asik melihat ikan di akuarium yang berada didekat kamar sikembar. Pencuri (B dan C) mendengar suara langkah kaki dibelakangnya, mereka yakin bahwa itu adalah temannya tetapi sebenarnya itu adalah bapaknya si kembar. Pencuri (B dan C) melihat kearah cermin yang berada didepannya di sebelah kanan TV, disana mereka melihat seorang di belakangnya, mereka nyantai aja karna mereka yakin bahwa orang yang berada di belakangnya itu adalah temannya. Karna bapaknya sikembar tidak mengenakan kopiah sedangkan bapaknya sikembar menjadi hajji, sehingga pencuri mengira bahwa di belakangya itu adalah temannya. Hal itu yang menyebabkan pencuri (B dan C) tetap nyantai seperti pemilik rumah.
Pencuri (B dan C) ditanya oleh bapaknya sikembar “sedang apa kalian disini?”
Pencuri (B dan C) menjawab “sedang asik brow, filmnya ini sangat seru banget!”
Bapaknya sikembar “ooooooo, kalian senag ya disini?”
Pencuri (B dan C) “tentulah brow!”
Bapaknya sikembar “kalian sudah senang makan buah-buahan dan minum?”
Pencuri (B dan C) “pastilah!”
Bapaknya sikembar “apakah masih ada sisa buah-buahan dan minuman untkku?”
Pencuri (B dan C) “pastilah brow!”
Bapaknya sikembar “akhirnya aku terbangun juga dari mimpi indahku oleh kalian!”
Pencuri (B dan C) saling tengok dan melihat ke belakangnya, mereka langsung berdiri karna dibelakangnya itu adalah bukan temannya tetapi bapaknya sikembar dan si pencuri langsung berkata “kabur!!!!!!!” lari sekencang-kencangnya keluar rumah.
 Mereka lari sekencang-kencangnya tanpa mengingat apa-apa. Bapaknya sikembar tidak mengejarnya karna menurutnya pencuri itu tidak benar-benar menjadi pencuri karna lari apabila bertemu dengan pemilik rumah dan menurutnya mengejar pencuri itu adalah termasuk melakukan permusuhan. Mereka berlari sekencang-kecangnya sampai-sampai mereka menabrak temannya yang menunggunya diluar. Sakin takut dan gugupnya mereka semakin berlari kencang sekencang-kencangnya karna mereka mengira bahwa bapaknya sikembar itu sakti. Menurutnya tadinya bapaknya sikembar berada didalam rumah terus bagaimana cepatnya dia berada diluar rumah sampai-sampai mereka tabrak. Mereka mengira bahwa yang dia tabrak itu adalah bapaknya sikembar tetapi yang mereka tabrak itu adalah temannya sendiri, mengapa mereka mengira seperti itu??????? karna temannya itu menggunakan kopiah putih. Pencuri (A) bingung , mengapa teman-temannya semakin berlari kencang ketia mereka menabraknya. Pencuri (A) mengira bahwa mereka dikejar oleh pemilik rumah, sehingga menyebabkan mereka begitu takut sampai-sampai mereka menabrak dan tidak menunggunya. Melihat teman-temannya berlari kencang, pencuri (A) juga ikut berlari mengejar teman-temannya sambil berkata “ tunggu, tunggu, tunggu!!” Mendengar kata tersebut, sesampai di pinggir jalan pencuri (B dan C) menengok ke belakang dan setelah menegok ke belakang mereka melanjutkan larinya dengan semakin berlari kencang sampai menghabiskan tenaganya. Melihat teman-temannya berlari seperti itu, pencuri (A) juga ikut seperti teman-temannya sampai menghabiskan tenaganya juga. Sakin kencang larinya, pencuri (A) akhirnya terjatuh sampai-sampai menyebabakan kopiah putih yang dipakainya itu jatuh. Pencuri (A) langsung berkata “gara-gara kopiah ini aku dikira penghuni rumah itu, brengsek!” pencuri (A) langung bangun dan memanggil temannya “wowi,,,, aku bukan pemilik rumah itu. Aku ini adalah temanmu!” sambil membung kopiah putih itu. Pencuri (B dan C) menengok ke belakang dan akhirnya berhenti lari karna mereka sudah tau yang mengejarnya itu adalah temannya sendiri.
Setelah kecape’an berlari, para pencuri akhirnya istirahat di sebuah rumah kosong sambil saling Tanya.
“ kenapa kalian tidak mau menugguku, kenapa kalian semakin berlari kencang saat aku memanggilmu?” pencuri (A) bertanya kepada teman-temanya dengan marah.
“bukannya aku tidak mau menunggumu, tetapi kita pikir bahwa kamu adalah penghuni rumah itu!”
“apakah kalian sudah gila! Tidak meliahat aku?” Melihat teman-temannya dengan muka masam.
“kamu yang gila, kopiah orang aja dipasang” jawab teman-temannya.
“terserah gue dong. Mau pasang kopiah kek, pasang gigi kek. Bukan urusan loeh” sambil berjalan pulang.
“ooooooo,,,, kamu sudah pasang gigi ya? Mungkin hal itu yang menyebabkan wajahmu serupa gigi. Ha, ha, ha, ha, ha, ha, ha!” mengikuti temannya pulang.
“aku serupa gigi, kalian serupa tahi” jawab pencuri (A), sambil mempercepat jalannya untuk mencari kopiah putih yang sudah dibuangnya.
Pada pagi harinya, orang tua sikembar menambah pekerja untuk dipekerjakan sebagai satpam dan untuk dipekerjakan pada pekerjaan yang lainnya supaya mereka bisa hidup lebih tenang lagi.
Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Blogku Juga

Peluang Disini!

Popular post

Blogroll

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. SaifZuhri - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Inspired by Sportapolis Shape5.com
Proudly powered by Blogger